Dec 8, 2012

Everybody Judge a Book by It's Cover

Pasti kalian pada mikir bahwa judul diatas salah ya? Mungkin yang biasa kalian denger ataupun lihat adalah "Don't Judge a Book by It's Cover". Iya kan?.
Hmm.. pepatah "Don't Judge a Book by It's Cover" itu kalo diartikan kedalam bahasa Indonesia artinya adalah "Jangan Menilai Suatu Buku dari Sampulnya", hal itu bermakna bahwa jangan menilai seseorang dari luarnya, mungkin bisa fisiknya, materi, kepintarannya atau yang lainnya.

Pepatah itu emang bener sih, disitu kita diajarkan untuk tidak menilai orang dari luarnya, karena penampilan luar atau covernya tersebut bisa saja bukan menggambarkan apa yang ada didalamnya.

Misalnya di suatu toko buku ada dua buku yaitu buku A dan buku B yang dipajang berdampingan. Buku A memiliki cover dengan desain yang kurang bagus, sedangkan buku B memiliki cover yang sangat bagus dan eye catching sehingga menarik perhatian kita. Tentu saja kita akan memilih buku B dengan desain cover yang bagus. Namun setelah kita beli dan kita baca, ternyata isi dari buku B itu biasa saja atau tidak sesuai dengan cover yang begitu menarik perhatian kita tadi. Sebulan kemudian kita datang ke toko buku tempat dimana dulu membeli buku B, kemudian secara tidak sengaja melihat buku A yang desain covernya kurang bagus, yang dulu tidak menarik perhatian kita senhingga tidak kita beli, ternyata ada di rak buku best seller, itu artinya buku A memiliki isi yang bagus. Yaa kurang lebih penggambarannya sih begitu.

Kepanjangan ya? pusing? tau deh gue juga ngetik apa, ngalir aja. Habis udara panas Cilegon bikin gue gerah gak karuan, terus kepala belakang gue juga sekarang rada sakit, ditambah lagi.....

Oke cukup, balik lagi ke topik awal.

Ya, fisik atau tampilan luar bukanlah interpretasi dari apa yang ada didalam diri dan hati seseorang. Masih banyak hal yang mungkin ada didalam suatu diri dengan "cover" yang kurang baik. Namuuuuuuuuuuun, kenapa judul dari postingan ini adalah "Everybody Judge a Book by It's Cover"?

Ya itu karena gue mikir kalau sekarang ini sangat jarang banget orang yang tidak menilai orang lain dari fisik atau tampilan luarnya. Nih yak, gue kasih beberapa  contoh:

Orang nyari pacar pasti yang dilihat pertama kali fisik, iya kan?. Siapa yang bilang enggak? Ada yang jawab enggak?. Kita ga perlu munafik, bukan berarti fisik nomer satu sih disini, tentunya kepribadian adalah hal utama. Tapi kalo kita belum kenal betul, apa dong yang mau dilihat? .Fisik kan?
Ngerti kan maksudnya?.

Mau cari kerja, ikut tes kemudian wawancara. Fisik atau penampilan bisa jadi salah satu faktor dalam penilaian pewawancara kan? Mereka belum mengenal secara jelas orang-orang yang mereka wawancarai, tentu saja fisik adalah hal yang dilihat pertama kali.

Dan masih banyak sih contoh lainnya dikehidupan nyata.
Fisik atau cover memang merupakan pembungkus dari suatu isi atau diri. Hal itu adalah yang dilihat pertama kali oleh orang lain, namun di jaman sekarang, banyak orang yang mempunyai mindset bahwa apa yang mereka lihat adalah interpretasi dari orang tersebut. Saat ini fisik bukan lagi hal sekunder. Mungkin dulu banyak orang yang bilang, "ahhh, fisik mah nomer dua" atau "fisik bisa belakangan". Tapi sekarang berbeda.

Sekarang Everybody Judge a Book by It's Cover. Iya, memang betul.
Jadi tujuan gue nulis ini sih gak ada maksud apa-apa. Cuma pengen share aja. Ya gak ada salahnya sih memperhatikan penampilan dan fisik kita, dengan catatan kita juga harus memperhatikan kepribadian kita, otak kita, dan segala hal yang ada di diri kita agar kita punya value. Jangan sampai kita jadi buku bersampul bagus tapi dengan isi yang jauh dari kata bagus.
Kalo gue pribadi sih, tetep selalu berusaha menerapkan "Don't Judge a Book by It's Cover", namun tetep memperhatikan penampilan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan orang yang "Everybody Judge a Book by It's Cover", lagian ga ada salahnya juga kan memperhatikan penampilan diri. :)
IMHO (In My Humble Opinion).

gambar:google

No comments:

Post a Comment